FF Me vs You part 17 END siwon agnes swag couple

by - 8:17 AM


Judul    :           “Me vs You”
Genre  :           romance, adorable, humor (?)
Cast     :           agnez mo as her self
                        Siwon choi as him self
                        And other cast

PART 17 END

****

Taptaptap…

Agnes terbangun dari tidurnya tatakala mendengar suara aneh dari arah jendela kamarnya. Suara aneh itu semakin nyaring terdengar , agnes menjadi takut, jangan-jangan ada maling yang masuk pikir agnes. Agnes mencoba melihat bayangan hitam dari luar jendela. Agnes yang ketakutan mencoba untuk membangunkan Laurent noona, tapi Laurent tak bergeming sedikitpun, ia malah semakin mengeratkan pelukannya pada boneka tazmania milik agnes ‘hah dasar noona kebo’ gerutu agnes. Agnes semakin panic tatkala bayangan hitam itu semakin terlihat jelas. Agnes mengambil benda yang sekiranya dapat menyelamatkannya dari orang jahat, dan pandangannya hanya tertuju pada stik golf yang ada di sudut kamarnya. ‘ok ini saja ku rasa cukup lagi pula aku jago kick boxing’ pikir agnes.
Agnes mulai turun dari ranjangnya dengan hati-hati dan berjalan perlahan kearah jendela, agnes mengintip kearah jendela dan agnes hampir saja berteriak ketika melihat wajah sipelaku, stick golf yang ada di tangan agnes jatuh dan membuat suara sedikit nyaring. Agnes langsung menoleh kearah ranjang dan mendapati Laurent noona masih terlelap dengan tenangnya di atas ranjang. Agnes langsung menggeser jendela kamarnya dan keluar menuju balkon.

“Jeongmal bogoshipo..” kata lelaki didepan agnes dengan manja dan langsung menarik agnes kedalam pelukannya saat agnes sudah berada di balkon. Agnes terperanjat kaget dengan kelakuan lelaki dihadapannya ini.

“ahjussi ngapain kesini? Ingat kita lagi di pingit ahjussi” ujar agnes sambil mencoba melepaskan pelukannya namun itu tak berhasil lelaki itu malah semakin mengeratkan pelukannya hingga membuat kaki agnes sedikit melayang dan membuat agnes reflek mengalungkan tangannya pada leher lelaki itu.

“Ahjussi gila, ini sudah jam berapa ahjussi” pekik agnes yang dadanya terasa semakin sesak karna pelukan yang semakin erat, agnes menoleh kearah jam dinding yang menggantung di dalam kamarnya. “Astaga ini jam 2 pagi ahjussi” jerit agnes pelan di telinga siwon.

“Aku sengaja “ ujar siwon santai “ supaya ga ada yang tau. aku kangen. Sehari aja ga ketemu bikin aku ga bisa konsentrasi” tambah siwon yang terdengar seperti sebuah rengekkan. Siwon merenggangkan pelukannya tapi di detik kemudian di menggendong agnes hingga membuat agnes melingkarkan kedua kakinya di pinggang siwon, siwon membawa agnes ketepian balkon dan mendudukannya diatas balkon.

“ahjussi jangan bercanda” ujar agnes kesal sambil menjambak rambut hitam siwon dan itu membuat siwon sedikit meringis. “salah sendiri, kenapa ponselmu tidak aktif” jawabnya, ia membalas jambakan tangan agnes, dengan sedikit meremas pinggul agnes, dan itu membuat agnes menjerit kecil dan membulatkan matanya kesal, siwon hanya terkekeh geli disertai seringaian yang mengerikan.

“eoma dan seluruh keluarga besar ku yang menyita ponsel ku ahjussi” balas agnes dengan nada senormal mungkin ketika sekarang wajah siwon sudah berada di lekukan leher agnes. Sial dasar ahjussi ga tau sikon keluh agnes dalam hati. “kamu bisa menelfonku dengan telfon rumah” ujar siwon yang kini menatap lekat kedalam mata darkbrown agnes.

“mana aku inget sama ahjussi, aku tuh disini sibuk om, pusing dari tadi” kata agnes sedikit kesal jika mengingat kejadian kemarin pagi. Siwon hanya menekukan wajahnya. “sudah sana pulang, nanti kalau ketahuan bahaya ahjussi” ucap agnes sedikit menakutinya dan membuat siwon mendelik sebal.

“beri aku satu ciuman,  baru aku akan pulang” ujarnya memohon.


“tidak, udah sana ahjussi pulang, nanti kalau ketahuan……”

“Tak masalah , satu ciuman atau aku akan terus menahanmu disini” potong siwon cepat , dan membuat agnes menatap horror kearah siwon . agnes memejamkan matanya sebentar dan menghela nafas pendek, agnes membuka matanya dan menatap siwon kesal.

“Ok tak masalsah satu ciuman dan tidak lebih setelah itu ahjussi pulang, ok?” ucap agnes membuat kesepakatan terlebih dahulu dan itu membuat siwon semakin menyeringai. “ok sekarang cium aku” perintahnya sambil menunjukkan bibirnya  dengan jari telunjuknya. Dengan kesal agnes mendekaatkan wajahnya dan mengecup singkat bibir siwon.

“sudah, sekarang ahjussi pulang” ujar agnes yang berusaha menetralkan hawa panas yang menjalar diseluruh tubuhnya. “kamu lupa baby?” Tanya siwon, agnes hanya mengerutkan dahinya tak mengerti. “ckck kamu itu masih kecil kenapa udah pelupa baby” gumamnya tapi masih bisa didengar jelas oleh agnes.

“aku kan sudah pernah bilang, kalau kamu menciumku lakukan seperti ini “ ujar siwon tiba-tiba ia sudah menempelkan bibirnya ke bibir agnes, siwon memagut bibir agnes dengan rakus dan mencoba menggoda agnes untuk membalas perbuatannya ini, tak perlu waktu lama bagi agnes akhirnya ia terbuai akan godaannya, dan kedua insan ini berusaha untuk mengimbangi gerakan masing-masing dan saling memperdalam ciumannya hingga suara teriakan menyadarkan agnes.

“AAAKKK OMG kalian” jerit seseorang , membuat agnes menjauhkan wajahnya dari siwon dan melihat keasal suara, ingin rasanya agnes mengubur dirinya hidup-hidup saat ini. Disana Laurent noona sudah berdiri didepan pembatas antara balkon dan jendela di depan kamarku, ia menutup mulutnya dan menatap kearah agnes dan siwon tak percaya . tak lama kemudian Laurent noona kembali membalikan tubuhnya dan kembali kedalam kamar dengan tergesa.

Agnes menjatuhkan bahunya lemas, “oh tuhan matilah aku kenapa aku selalu kepergok melakukan hal-hal seperti ini” batin agnes. Sudah agnes duga, agnes berbakat menjadi bintang porno berkat lelaki tua dihadapannya ini yang selalu mengarahkannya untuk melakukan adegan adegan tersebut bersamanya. Agnes menatap kearah siwon seakan ingin menangis, tapi ahjussi itu malah tersenyum bahagia.

“lakukan seperti itu kalau menciumku” ujar siwon polos, membuat agnes ingin memukul wajah tampannya itu, siwon menurunkan agnes dari tepian balkon. Kemudian lelaki itu turun menuruni tangga yang ia gunakan untuk naik ke balkon kamar agnes sambil bersiul senang. Agnes hanya terbengong melihat kepergian choi siwon.

*****

Agnes besyukur kali ini bisa bernafas lega, mengingat kejadian tempo hari membuat agnes selalu waspada jikalau suatu saat nanti Laurent noona menyinggung kejadian malam itu di depan seluruh keluarga agnes . “Yatuhan kenapa akhir-akhir ini aku selalu mengingat ahjussi itu, pasti ahjussi itu telah memberiku obat semacam candu bagiku” pikir agnes.

Agnes sendiri sekarang menjadi begitu sensitive jika sudah menyangkut tentang hal choi siwon, lelaki itu benar-benar membawa dampak yang begitu mengerikan bagi agnes. Bagaimana tidak setelah kejadian itu, siwon sama sekali tak menghubungi agnes, bahkan besok sudah menjadi sejarah baru untuk kehidupan agnes. Agnes menghela nafas panjang, bayangkan saja agnes sampai sembunyi-sembunyi mencoba untuk menghubungi siwon tapi tak pernah diangkat oleh siwon. Ini kejadiannya sama seperti saat siwon sedang ada perjalanan bisnis.

“menyebalkan sekali aku disini begitu tersiksa dengan segala ritual pingitan itu, mulai dari perawatan badan, hingga mendengarkan segala nasihat dari semua para sesepuh, sedangkan ahjussi itu pasti dia sekarang sedang bersenang-senang bersama tante cantiknya itu, melirik wanita-wanita cantik dan sexy” gerutu agnes kesal.

Lihatlah sekarang efek samping yang ditimbulakan oleh choi siwon untuk agnes sekarang ini bahkan bisa membuat agnes menjadi wanita pencemburu, bahkan agnes sampai mengabaikan gengsinya untuk menghubungi duluan, tapi malah diabaikan oleh lelaki itu.

-

“hei calon pengantin kok malah ngelamun gitu sih” ujar suara yang sudah lama tak agnes dengar, diikuti langkah kaki yang memasuki kamarnya. Agnes menoleh kearah suara dan melihat dara noona yang sudah dengan santainya menaiki kasur agnes.

“Astaga kusut banget tuh muka” celetuk dara sambil memperhatikan wajah agnes, agnes hanya mendengus sebal. “udah deh noona kalau noona kesini Cuma bikin mood aku tambah ga bagus mending noona pulang” balas agnes.

“aish jadi sekarang kamu udah ga anggep aku temen nih?” Tanya dara noona. Agnes menoleh menata dara. “maksud noona?” balas agnes tak mengerti.

“itu kamu gamau curhat lagi sama aku, dan katanya pernikahan kamu bulan depan kenapa minggu ini nikahnya, dan kamu ga bilang apa-apa sama aku” ujar dara dengan tatapan menuntut.

“oh itu masih kok, ah males ah ngundang noona” kata agnes asal. Dan membuat agnes mendapat satu lemparan bantal dari dara. “hei calon pengantin nih nanti kalo babak belur bisa ga jadi nikah aku, lagi pula aku kan udah pernah bilang waktu itu di telfon” teriak agnes yang bersiap menahan serangan dari dara noona.

“tenang, aku siap gantiin kamu kok” ujar dara cengengesan. Dan itu berhasil membuat dara mendapatkan satu pukulan bantal dari agnes, akhirnya kedua sahabat itu terlibat perang bantal.

“stop, stop, stop” ujar agnes dengan nafas terengah-engah. “aku bakalan kangen banget masa-masa kaya gini noona” ujar agnes lirih, ia menatap dara dengan mata yang berkaca-kaca.

“ah aku juga bakalan kangen sama kamu, tapi kan kita masih tetep bisa kumpul tiap weekend “ tambah dara menyemangati.

“yup , janji ya noona” ucap agnes senang.

“aunty aunty…” terdengar suara teriakan dari anak-anak kecil yang sudah menyiksa agnes hampir selama seminggu ini. Agnes menoleh kearah pintu, dan disana agnes mendapati tuyul-tuyul kecil yang sedang cekikikan dan berlari kecil menghampiri agnes.

“AAAKKK STOP disitu jangan dekati aunty” ujar agnes galak dan menatap mereka ngeri, tapi yang ditatap malah tak menghiraukan agnes sama sekali, mereka tetap berlari dan kini mulai menaiki ranjang agnes dan bergelut dengan dara noona.

“aunty matanya lucu” kata anak yang satunya, ia adalah isabelle anak dari aunty jill. “hah anak sama mommy sama nyebelinnya, bayangin aja masa aunty jill bilang aku ninggalin harry demi seorang ahjussi, nyebelin gak tuh” gerutu agnes.

“apa kamu” Tanya agnes sambil melotot kearah anak-anak kecil itu, yang ditatap malah semakin cekikikkan.

“agnes kamu itu mau nikah , jangan galak-galak sama anak kecil” celetuk dara.

“Ah biarin, lagi pula aku gamau punya anak cepet, kalaupun aku punya anak , aku gamau punya anak kayak tuyul-tuyul ini” balas agnes membela diri.

“yakin??” Tanya dara.

“YAKK DARA Noona tidak bisa kah kau diam” jerit agnes.

****

Pagi ini agnes terlihat begitu gugup, dan begitu sedih melihat Ms. Jenny dan Mr. Muljoto  yang menitihkan air mata bahagianya , saat ini agnes sudah siap dengan gaun putih simple panjang namun bertabur dengan Krystal swarovski untuk acara pengikatan janji suci didepan altar kalian tau sekarang mereka ada dimana? Kini mereka berasa di sebuah mansion pribadi milik keluarga choi yang berada disebuah desa yang sangat asri. Ms. Jenny menghampiri anaknya yang sedari tadi menahan untuk memeluknya.

“Cantiknya anak gadis mom, dan putri kecil mom sekarang sudah besar ternyata” ujar ms. Jenny lirih ia sedikit menitihkan air mata bahagia , saat melihat putri kecilnya kini berdiri dihadapannya dengan gaun pengantin yang indah. Penata rias agnes pun pamit undur diri tak ingin mengganggu moment ibu dan anak ini.

“Mommy sedih aku nikah?” Tanya agnes

“Mom Cuma terharu aja, enggak terasa mom udah ngurus kamu selama 19 tahun, padahal mom ngerasa kamu masih kecil dan masih butuh kasih sayang dari mom, dan  juga masih tanggung jawab eoma dan appa, tapi sebentar lagi kamu bukan lagi tanggung jawab kami lagi “ ujar Ms. Jenny yang kini sudah mulai menghapus air mata agnes yang tak terasa mulai menetes karna ucapan dari eomanya.

“Jadi Mom ga sedih?” Tanya agnes sambil tersenyum simpul. “ya jelas sedih lah, ditinggal nikah sama anak satu-satunya , dan nanti ga ada yang ngerecokin mom lagi” ujar Ms. Jenny membuat anak gadisnya itu tertawa kecil.

“Yaudah aku ga jadi nikah aja” ucap agnes asal, dan membuat ms. Jenny menatap tajam kearah agnes.

“Aku bercanda mom, aku sayang banget sama mom and dad , terimakasih sudah membesarkan aku sampai seperti ini , meskipun agnes belum bisa bahagiain kalian dan bahkan mungkin agnes juga ga akan bisa balas jasa kalian selama ini. Mom maafin agnes ya kalau agnes ada salah sama mom and dad, dan semoga dengan menikahnya agnes bisa mengurangi beban mom and dad dan juga bisa mengurangi penuaan mom and dad…” belum sempat agnes menyelesaikan ucapannya agnes mendapat sebuah cubitan kecil di pinggangnya.

“aww” jerit agnes melihat appa nya yang entah sejak kapan sudah berada di samping agnes dan kini sedang menghapus air matanya. “kamu ini lagi suasana haru kaya gini masih aja bercanda, Dad kan udah seneng kamu ngomong udah kayak orang dewasa gitu, eh gak taunya ujung-ujung nya ngejatohin” ucap Appa agnes membuat agnes dan Ms. Jenny tertawa pelan.

“Agnes sayang Mommy and Daddy, Love you Terimakasih” ujar agnes sambil memeluk bahagia kedua orang tuanya. “Love you too sayang, tetep jadi agnes putri kecil mommy yang manja ya” ucap Ms. Jenny

Akhh tak agnes sangka jika menikah itu sangat sangat menguras perasaaan entah itu perasaan bahagia, sedih, senang,  terharu begitu banyak perasaaan yang bercampur aduk didalam sana yang sangat-sangat menguras emosi.

“Udah jangan nangis lagi, nanti make upnya luntur” ujar Mr. muljoto sambil melepaskan pelukannya dan menghapus jejak air mata yang masih saja mengalir di pipi anak gadisnya.

“mana ada calon pengantin nangis, nanti disangkanya kamu di paksa nikah lagi” ucap Ms. Jenny dan membuat agnes tersenyum simpul. “Akukan emang dipaksa nikah” ujar agnes asal.

“hus kamu itu, kalau dipaksa nikah kenapa sampe nekat ciuman di balkon” ujar ms, jenny kesal . Ms. Jenny reflex menutup mulutnya ketika sadar apa yang baru saja diucapkannya. Agnes menatap horror kea rah eomanya tak percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut eomanya yang kini sukses membuat agnes malu.

“Aduh pake di omongin lagi, tuh kan jadi merah gitu mukanya, kasian agnes yeobo” kata Mr. Muljoto sambil tertawa melihat agnes yang salah tingkah.

“udah-udah sana siap-siap , anggap aja kami ga pernah bicara soal itu” ucap Mr. muljoto sambil mengajak Ms. Jenny keluar dari ruangan ini. Agnes masih terlihat shock dengan apa yang terjadi. Pintu ruangan itu mulai terbuka kembali dan disana terlihat sosok sahabat agnes,.

“kamu cantik banget, jangan malu-maluin ya nanti” ucap dara sambil memeluk agnes. “jangan bikin kacau atau aku yang akan gantiin kamu di altar nanti” tambah dara cekikikkan sebelum melepaskan pelukannya. Agnes yang mendengar itu hanya memukul lengan dara sambil tersenyum kecil.

“ngapain senyum senyum? Ngebayangin malam pertama ya?” Tanya dara noona yang menatap agnes. Agnes hanya mengerenyitkan dahinya, astaga agnes hampir saja melupakan hal penting tersebut. Jujur saja agnes belum ada persiapan apapun untuk hal itu.

“Tuhkan lo lagi ngebayangin yang engga-enggak” ujar darasambil menunjuk-nunjukan jarinya di dahi agnes.

“aak dara noona nanti luntur make up ku, susah nih udah make dari pagi-pagi buta tau” keluh agnes sambil mengerucutkan bibirnya kesal. Dara hanya tersenyum melihat wajah sahabat nya kesal.

“selamat ya mimo, oya by the way orang tua kamu hebat juga ya” ujar dara, agnes menatap dara tak mengerti . “maksud noona?” Tanya agnes penasaran.

“itu dibawah rame banget loh” agnes hanya mengangguk mengerti karna dari sini juga sudah terdengar suara riuh dari bawah sana. “kayanya semua angkatan anak art 2014 diundang deh” tambah dara. Hal tersebut sukses membuat agnes membulatkan matanya tak percaya. “udah ah aku mau kebawah lagi, siapa tau nanti dari banyaknya tamu yang dateng aku bisa ketemu jodoh” ujar dara kemudian berlalu pergi. Dan kini penata rias agnes yang datang kembali keruangan agnes.

“aduh sia-sia madam make up-in kamu ” ucap madam  dengan nada spanyol yang kental . agnes hanya tersenyum kikuk kearahnya, kini madam marsha kembali menata riasan agnes. Kini riasan make up agnes telah selesai di rapikan dan terdengar suara decitan pintu , agnes menoleh kearah pintu melihat siapa yang datang kini disana telah berdiri Mr. Muljoto dengan gagahnya untuk menjemput putri kesayangannya.

“Ayo sayang semuanya udah nungguin kamu” ujar Mr. Muljoto sambil siap menggandeng anak gadisnya menuju altar.

“Dad aku takut” ucap agnes tiba-tiba rasa gugup mengumpul di otaknya, Mr. Muljoto tersenyum kearah agnes. “tenang saja, ga usah tegang gitu, semuanya akan berjalan baik-baik saja” balas Mr. Muljoto meyakinkan anak gadisnya. Kemudian agnes mulai mengapit lengan appanya erat.

Agnes tak sadar sudah keluar berjalan di depan taman yang dipenuhi dengan bunga mawar, dimana  disana sudah banyak berjejer barisan mobil mewah tak heran kini agnes terus berjalan sambil mengapit lengan Appanya erat dengan di temani beberapa orang yang memegangi gaun panjangnya. Agnes membayangkan bagaimana wajah reaksi pria yang nanti akan menjadi calon suaminya itu, ah membayangkannya saja membuaat jantung agnes berdegup kencang, kini agnes berjalan di kelilingi oleh pohon-pohon tinggi kini agnes bisa melihat pesta taman yang bertabur kelopak bunga mawar menuju kearah banyaknya tamu. Agnes semakin mengeratkan apitan lengannya pada appanya, ia berjalan lurus menunduk diatas karpet merah bertabur bunga mawar merah dimana menuju kearah seorang pria tampan yang menunggunya. Wajah pria itu terlihat bahagia dan pastinya terpesona melihat gadisnya bergitu cantik di balut gaun pengantin yang sengaja ia pesankan khusus untuk gadisnya dari London.

“Aku menyerahkan putriku padamu, jaga dia dengan baik choi siwon” agnes terkesiap menatap appa nya haru, agnes hampir saja tersedak oleh ludahnya sendiri, ketika metap pria yang akhir-akhir ini memenuhi otaknya karna tingkahnya, pria yang kadang terlihat sangat cool itu mengerlingkan matanya kearah  agnes.

“Aku akan membahagiakannya walau tanpa kau suruh Mr. Muljoto” ujar siwon setengah membungkuk, kini siwon sudah meraih tangan agnes yang terlihat gugup berdiri di samping siwon. 

“Kau terlihat cantik baby” ucap siwon yang berbisik tepat ditelinga agnes, dan itu berhasil membuat agnes kini bersemu merah karna siwon berhasil mengirimkan gelenyar aneh keseluruh tubuhnya. Pagi itu agnes dan siwon mengikat janji suci, setelah mengikrarkan janji suci mereka di depan altar, yang kini mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri.

Siwon membuka tudung kepala agnes yang di lengkapi mahkota berhiaskan berlian itu dengan perlahan, siwon menatap agnes dalam  “kamu cantik dan sekarang kamu milik aku selamanya” bisiknya kemudian mencium kening agnes dalam membuat perasaan agnes melayang. Kemudian siwon mengecup bibir agnes pelan dan lembut, hal tersebut membuat para undangan riuh bersiul dan bertepuk tangan. hanya beberapa detik kemudian siwon melepaskan kecupannya “kita lanjutkan nanti malam “ bisik siwon, dan itu membuat  wajah agnes bersemu merah. Agnes tidak dapat percaya bahwa sekarang statusnya adalah seorang istri, istri dari choi siwon lebih tepatnya.


****

Setelah acara pengikatan janji selesai kini acara dilanjutkan pesta perayaan, kini agnes tengah memakai gaun kebaya modern berwarna gold yang menjuntai panjang,  ia memang sengaja membawa nuansa tradisional Indonesia dari Negara kelahiran nya. “Ah eoma dan appa memang hebat, indah sekali gaun ini” pikir agnes, agnes memang sangat menyukai gaun ini eoma dan appanya memang sangat hebat bisa membuat gaun impiannya walau tak melibatkan agnes sekalipun dalam pemilihan gaun.

“Capek?” Tanya seseorang yang kini sudah berdiri disamping agnes. ah bahkan agnes belum sempat memuji nya sejak acara janji suci tadi, agnes terlihat sangat gugup dan bahkan terkesan tak berani menatap mata darkbrown prianya itu. Ah tuxedo yang di kenakannya melekat sempurna ditubuh ramping proposionalnya, ditambah seminggu tak bertemu dengannya membuat dirinya terlihat lebih tampan dan gagah dimata agnes. Agnes berusaha meneguk air liurnya dengan susah payah untuk menjawab pertanyaannya. Lelaki itu terkekeh melihat tingkah agnes.

“Biasa aja kali ga usah gugup gitu, aku ga akan gigit kok” bisiknya ditelinga agnes sambil terkekeh geli dan sialnya itu membuat sesuatu yang hangat menjalar keseluruh tubuh agnes. ah seminggu tak bertemu dengannya ternyata tak membuat otak mesumnya menghilang pikir agnes.

“Ihh apaansih ahjussi” ujar agnes sambil menjauhkan diri dari siwon tapi bukannya menjauh justru semakin mendekat karna tangan panjang siwon kini sudah melingkar sempurna di pinggang agnes mengikat dan merapatkan agnes kepelukannya.
Aish ahjussi ini ga liat sikon ya, aduh malu banget di liatin bayak orang apalgi banyak banget tamu perempuan yang ingin berlama-lama menyalami siwon, ah bikin emosi aja. Batin agnes.

“Udah siap belum buat nanti malem?” Tanya siwon saat para tamu kini mulai sedikit yang menyalami . agnes hanya pura-pura tidak mendengar karna sejujurnya agnes juga tidak tau harus menjawab apa. “kasihan deh adik nya” tambah siwon. Agnes menoleh kekanan dan kekiri mencari sosok anak kecil yang di maksud siwon. “nngapain cari jauh-jauh sih, ini dibawah disamping kamu, dari kemarin adiknya udah berontak minta di ajak main” ujarnya sambil tersenyum simba. Mendengar penuturan siwon kini agnes bena-benar sudah hilang muka dibuatnya , ingin sekali agnes menjambak rambut ahjussi mesum ini sekarang juga tapi agnes masih memiliki akal sehat sehingga ia menahanya.

Kini agnes mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahnya tak peduli, siwon yang terkekeh melihat tingkah agnes kini ia sudah menyandarkan kepalanya di bahu agnes lengkap dengan kekehannya yang masih terasa dibahu agnes. “Aku haus”ucap agnes senormal mungkin dan berusaha menyingkirkan kepala siwon. Agnes harus menjauhkan diri dari siwon untuk menormalkan degub jantungnya. Kini agnes tengah berada di deretan minuman dan agnes berniat mengambil cemilan kecil tapi pendengaran agnes menagkap nada-nada sumbang.

“hahaha, iya benar aku rasa dia MBA , tapi keren ya dapetnya yang kaya cakep pula” celetuk seseorang

“ah ia diakan masih mudah umurnya saja baru 19 th pasti MBA tuh, ku dengar beda umur mereka 6/7 tahun” sahut suara lain

“ahahah kalo bukan MBA paling pernikahan bisnis , keluarga mereka kan sama-sama terpandang” ujar suara lain lagi, dan itu membuat emosi agnes semakin memuncak ingin sekali agnes berteriak dan menampar mulut-mulut pedas itu sekarang juga tapi kali ini agnes benar-benar harus menahan emosinya, agnes hanya menghela nafas panjang dan meneguk orange jus sekali teguk dengan gusar.
Dan sepertinya kali ini adalah pernikahan terburuk bagi agnes bagaimana tidak, disaat seharusnya hari ini adalah hari bahagia mu, tapi sekarang kamu melihat pasanganmu tengah asik tertawa bahkan sesekali mencium gadis lain selain pengantinnya. Dengan langkah lebar kini agnes menghampiri mereka. “EKHEMM” suara deheman agnes menyadarkan kedua orang yang tengah asik tertawa dan menolehke arah agnes.

“Sayang kenalkan ini…”

“Mantan pacar maksudmu?” potong agens cepat membuat kedua nya mengerutkan keningnya bingung tak berapa lama kemudian mereka tertawa terbahak-bahak. Apanya yang lucu coba batin agnes.

“Haha kamu lucu baby , dari mana kamu punya fikiran seperti itu coba lihat baik-baik gadis di depan kamu ini” ucap siwon. Dengan senang hati agnes menuruti permintaan siwon , ia menatap tajam kearah wanita di hadapannya ini. Menurut agnes gadis ini sangat cantik , dan mungkin seumuran dengan agnes, tapi wajah gadis di hadapannya ini tidak asing bagi agnes.

“Kenalkan ini…”

“Jangan bilang calon istri kedua” potong agnes lagi, dan itu membuat keduanya semakin tertawa keras. “hahah bagaimana mungkin, yang satu aja belum pernah dicoba mana berani nambah yang kedua” ucap siwon yang masih diselingi tawanya, dan kini ia mendapat satu cubitan gratis di pinggangnya oleh gadis itu . “hey itu tugasku” gerutu agnes dalam hati.

“Sudah-sudah perutku sakit. Aku Choi Jiwon” ujar gadis itu dan membuat agnes menatanya seakan berfikir. “Aku suka kaka ipar” tambahnya lagi dan kini sudah memeluk agnes yang hanya diam seperti orang bodoh. Kemudian tak lama ia melepaskan pelukannya dan berjalan menjauh sambil mengerlingkan matanya kearah agnes.

“Ahh agnes kau bodoh pasntas saja tak asing dengan wajahnya walaupun kami belum bertemu tapi aku pernah melihatnya di bingkai foto saat aku kerumahnya dan foto yang di dompet siwon itu pasti jiwon.” Batin agnes.

“Kamu lucu baby , ahh aku semakin tak sabar menunggu malam ini” ucap siwon sambil tertawa pelan. Bagus sekali agnes kau telah memepermalukan dirimu di depan suamimu dan juga adik iparmu. Keluh agnes.

“kamu kenapa?” Tanya siwon yang melihat gadisnya melamun. “ah, aku hanya bingung siapa yang ngundang temen satu angkatan aku, padahal aku ga kenal semuanya” Tanya agnes bingung.

“ah itu, itu semua uri appa dan eoma yang mengundang, kau tau kan kalau, tempat kamu kuliah itu milik appa aku” jawabnya santai.

“mwo? Tapi kan ga harus satu angkatan juga ahjussi,…”

“wae? mungkin mereka mau membagi kebahagiaan ini sama orang lain , yaudahlah semuanya juga udah selesaikan” ujar siwon berlalu meninggalkan agnes dan berkumpul dengan keluarga agnes, ya siwon memang ingin lebih akrab dengan keluarga istrinya.

-

Agnes berjalan dengan kaki yang terpincang-pincang , ah bayangkan saja agnes harus berdiri berjam-jam dengan heels yang setinggi itu, dan sekarang akibatnya kaki agnes terasa pegal-pegal. “aish kemana ahjussi itu, gatau apa kalau istrinya ini sedang kesakitan” gerutu agnes agnes mencari sosok siwon di sekeliling taman. aigoo berani-beraninya ahjussi itu mengabaikan agnes dan lebih memilih berbincang dengan keluarga agnes.

“kamu kenapa baby ?” Tanya siwon menghampiri agnes yang sedang cemberut.

“eoh masih inget sama aku, ngobrol aja terus sana sama aunty jill” ujar agnes ketus, sejujurnya agnes sangat kesal diabaikan dengan siwon.

“kenapa? Kamu cemburu? Aunty jill kan tante kamu apa yang harus dicemburui” ujar siwon, siwon menatap agnes dalam . “ah atau jangan-jangan kamu udah ga sabar buat nanti malam ya baby?” ujarnya dengan nada yang penuh sensualitas. “hmm?” tambah siwon di sertai seringaian nakal dibibirnya.

Agnes membulatkan matanya tak percaya, “mwo? Yak CHOI SIWON turunkan aku” teriak agnes saat siwon tiba-tiba menggendongnya ala bridal style. “Mari kita buat aegy yang lucu baby” ujar siwon menaik turunkan alisnya.  Dan  berjalan menuju kamar mereka.

THE END

Yap akhirnya agnes menikah juga dengan ahjussi mesum ini huehehe. Ahh entah bagaimana nanti kehidupan mereka yang pasti. Honestly di part ini aku bingung mau manggil ms. Jenny dan mr. muljoto dengan sebutan mom-dad atau eoma-appa wkwk aku ngetiknya se pewe nya aku aja sih. Ditambah lagi aku ga tau isi dari ikrar janji di altar tuh kaya gimana jadi aku ga bikin karna ga tau kata-katanya wkwk. Mohon kasih kritik dan sarannya untuk pembaharuan di ff selanjutnya . thank you buat para reader yang udah setia abaca ff aku yaa, laf youuu.

Ahh apa endingnya kayak kurang feel gitu ya??? iya aku pun ngerasa kaya gitu, haha tapi mau gimana lagi aku gada ide bikin ending yang wow hehe, mianhe kalo ending ff nya jelek, yap sampai disini dulu yaa ff nyaa bye bye sampai ketemu  di ff berikutnya atau di squel yang lain . :* 

You May Also Like

7 comments

  1. yeayy finally happy end.. oke ditunggu karya selanjutnya.. semangatttt >.< :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sip thank you maya udah jdi pembaca setia haha Xd , tunggu ya ff selanjutnya after merriage (honeymoon) bahaha kemungkinan hanya 2/3 part

      Delete
  2. horeee....berakhir dialtar juga.aku paling suka pas part mommy jeenny keceplosan adengan kiseu di balkon ngebayangin ekspresi agnes pasti lucu. next tor

    ReplyDelete
    Replies
    1. aduh jangan dibayangin deh udah pasti lucu gemesin banget haha. terimakasih sudah mampir :)

      Delete

Komentar terakhir

Sponsor

Instagram

https://www.instagram.com/dianaoctvn/?hl=en